Lenyap
( Karya : Novi Nur Amalia)
Hiruk piruk kota di kala petang
Menangis merintih
Tak lagi ku dengar sapanya
Menghilang terkubur air mata
Aku berjalan di persimpangan
Teringat setiap masa yang kini tak lagi meraba
Untaian kata dan goresan pena malam
Semakin membuat angin terisak
Bergulat dengan waktu yang mungkin akan meninggalkanku juga
Dingin malam menusuk nadi
Ingin ku sulap kehadiranmu malam ini
Menemani hingga menelan waktu
Kupeluk rindu yang semakin membiru
Sapamu mengalahkan kewarasanku
Waktu sungguh keras kepala
Untuk menyampaikan sedikit rinduku padamu
Celoteh makhluk Tuhan menyadarkanku
Mengenai apa tugas hati yang sesungguhnya
Sayang,
Setetes kopi sudah tak lagi meracuniku
Karna sungguh engkau lah pembunuh terbaikku
-------------------------------------------------------------------
Satu Malam Terakhir
(Karya : Nina Yuliana)
Dimana semua yang kamu ingin pertunjukkan?
Bukankah ini terlalu sederhana?
Bukankah kamu terlalu hebat untuk hanya berbuat seperti ini ?
Dari aku yang menanti hujan turun dikala siang datang menantang
Bagaimana aku lupa ketika bahkan kejadian itu terus datang menghantui
Siangku yang hampa dan malamku yang merana
Dari engkau yang hanya menjadikannya luka
Aku hanya wanita
Yang kau anggap lemah dan tak berdaya
Sayup-sayup dari lampu pinggir jalan yang mulai goyah.
Tetap teguh dalam pendirianku
Tak bergeming
Dalam sendu yang jadikan ada
Maka hanya satu pintaku pada malam yang terus berganti menjadi siang
Bila dia datang mencari dan memohon
Maka katakan!
Engkau sudah melahapku tak bersisa.
Bersama semua pedih yang dia ciptakan menjadi ada
-------------------------------------------------------------------
INDONESIA
(Karya : Musliyana)
Menguning dimakan masa
Lebih mempesona dilihat rasa
Ada hasrat ingin mencecapnya
Bahkan, para burung saling berebutan
Mengharap sikuning berkenan
Tuk membagi kemolekannya
Walau hanya sebulir saja
Tak hanya itu yang ada
Jangan lupakan samuderanya
Yang luasnya tak terelakkan
Menciptakan panorama mengagumkan
Semua insan telah terpesona akan terciptanya
Akan terciptanya surga dunia
Pencipta kebahagiaan membahana